Selamat Datang Tamu [ Login | Register ]
Kategori Belanja
Produk Populer
SEKILAS INFO
Image Bank Membership
Untuk Anda yang bergerak di bidang jasa komunikasi khususnya periklanan atau media pasti butu…
Selengkapnya...
Tampilkan seluruh artikel
Testimoni Pelanggan
saran
koleksi mas hebat2....ana ada dikit saran, gimana klo setiap koleksi yang baru masuk diberi info klo cd/dvd ini baru masuk pertanggal berapa gitu....tq.ambo Terima kasih banyak untuk sarannya Mas Ambo. Masukan dari Mas Ambo akan saya perhatikan untuk evaluasi website kami dimasa mendatang :) …

 
Pembayaran
Bank BCA
No Rek : 071-1738125
A/N Sutisna
Cab. Fatmawati - Jak Sel
Referensi Tutorial
Industri Animasi adalah bagian terpenting industri kreatif
Industri Animasi adalah bagian terpenting industri kreatif

Dunia kartun sejak dulu sangat terkait erat dengan dengan dunia anak-anak, selain menghibur juga memberikan pembekalan dini bagi balita. Sayang sekali dunia kartun seakan milik bangsa lain. Belum ada kartun Indonesia yang berkembang. Pernahkan anda mengenakan kaos bergambar Popeye atau Donal Bebek ? anda menyukainya ? apakah anda juga melihat orang lain juga memakai dan menyukainya ? sebagian besar kita telah dipengaruhi televisi dan media masa untuk menyukai gambar-gambar itu.


Apakah anda pernah mempelajari kapitalisasi dibalik gambar-gambar kartun itu ? sangat fantastis karena dari setiap gambar yang menempel pada buku, kaos, tempat minum dan serial televisi yang kita tonton itu berarti kita telah mengeluarkan rupiah dan membayar untuk para pemilik lisensi.


Geliat bisnis kartun animasi sangat dinamis tidak mengenal musim dan cenderung makin bagus. Namun harus diakui dunia animasi di tanah air belum berkembang menjadi industri berbeda dengan kondisi di Jepang, Korea atau Malaysia. Padahal banyak orang menyakini dari sisi kualitas karya animator lokal tidak kalah dengan animator asing.


Industri kreatif menjadi perhatian banyak negara, termasuk Indonesia, karena punya potensi besar dalam memberi kontribusi bagi perekonomian negara. Bahkan di Korea, inudstri animasi diproyeksikan akan melebihi manufaktur. Di Jepang, industri konten menjadi industri populer yang berpotensi besar untuk menjadi industri utama—bahkan lebih besar ketimbang industri manufaktur. Fakta tersebut dirilis dalam laporan yang dibuat oleh Divisi Industri Media dan Konten, Biro Kebijakan Perdagangan dan Informasi; Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Jepang


Bukan hanya menyumbang bidang ekspor, industri kreatif juga mampu menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan nilai produk domestik bruto. Satu lagi, industri ini dinilai lebih ramah lingkungan karena sangat mengandalkan aspek human capital, sumber daya alam yang terbarukan.


Perlu ditekankan bahwa salah satu bagian dari industri kreatif yang belum banyak diolah adalah industri animasi. Telah menjadi pemandangan umum jika di toko-toko merchandise yang kita temui di mall memajang tokoh animasi asing seperti walt disney, avatar, tasmania, bug bunny dan beragam tokoh yang lain. Belum mudah kita temukan karakter dari Indonesia.


Kapitalisasi dari tokoh animasi kartun didapat dari film serial yang ditayangkan setiap hari di televisi, lisensing dan merchadise yang sangat diperlukan industri apparel, mobile content yang melekat pada layanan provider hingga lisensing yang dapat diolah menjadi beragam hal seperti playland, hotel, branding produk ataupun branding perusahaan.


Lihatlah betapa sangat melimpah kapitalisasi yang bisa didapat dari sebuah tokoh karakter kartun. Di Indonesia sendiri sangat sedikit pebisnis yang melihat dan bergerak pada bidang industri animasi. Memang animasi saat ini masih belum menjadi industri di negeri sendiri diperlukan idealisme dan semangat nasionalisme untuk mendapatkan kesempatan melimpah dari industri animasi.


Industri Animasi di Indonesia

Belum menjadi industri bukan berarti tidak ada yang menjalan bisnis ini di Indonesia. Setidaknya terdapat 2 pebisnis yang menggeluti bisnis animasi yaitu Peni Cameron dan Wahyu Aditya. Peni Cameron dengan www.cams.co.id dan Wahyu Aditya yang biasa dikenal dengan Waditya dengan usahanya HelloMotion Academy di bilangan Tebet Raya. Kiprah mereka dalam industri animasi patut diapresiasi supaya industri animasi dalam negeri bisa berkembang di dalam negeri dan memudahkan pebisnis baru di bidang animasi.


Dengan mulai bergeraknya industri animasi Indonesia ini juga berarti kita akan membayarkan lisensi dan royalti gambar kartun dan film kartun yang kita tonton  pada pekerja animasi dalam negeri. Kapitalisasi yang tumbuh dalam negeri tentu sangat menarik bagi pertumbuhan ekonomi dibandingkan jika kita masih terus mengkonsumsi kartun dari luar.


Dengan dukungan pemerintah untuk menumbuhkan idustri kreatif saat ini mulai tumbuh animator-animator Indonesia yang terus mengembangakan karakter dalam negeri untuk mengerakan industri ini. Diantaranya ada tokoh Dian, Tora-tori, Kuci, Bany, Bakpia Vs Geplak, Pempek Family yang sedang didistribusikan oleh CAM, semua tokoh tersbut hasil karya anak negeri.


Bergeliatnya industri animasi ini kini telah terbentuk asosiasi yaitu Asosiasi Ainaki www.ainaki.or.id. Salah satu komponen dari industri kreatif adalah industri animasi. Namun kita dapat merasakan betapa sulitnya industri animasi ini berkembang di negara tercinta ini. Banyak sekali kendala yang harus kita hadapi untuk bisa membuat film animasi menjadi tuan rumah di negara sendiri. Kehadiran film-film animasi impor dengan harga penayangan yang sangat murah jika dibandingkan dengan memproduksi film animasi lokal, membuat kita sulit bersaing dengan mereka.


Untuk merubah citra Negara Konsumen menjadi Negara Produsen animasi berkualitas global, AINAKI mengajak masyarakat bergabung menggalang kekuatan. Kendala lain bisa dilihat dari sisi finansial. “Besarnya biaya produksi mengakibatkan daya dukung finansial para animator menurun. Bahkan, sedikit sekali animator yang bisa membangun animasi sebagai industri,” kata Peni. Kondisi ini, paparnya, makin parah karena belum ada investor yang bergerak di industri animasi. Kalangan perbankan pun belum percaya pada industri ini lantaran belum melihat prospeknya untuk menggerakkan kelompok industri lain.


Kendala berikutnya yang perlu mendapat kehati-hatian adalah Hak kekayaan intelektual. Seiring menggeliatnya industri kreatif yang menitik beratkan kapitalisasi dari hak atas kekayaan intektual, saat ini pemerintah juga telah memperbaiki dalam sisi pengurusan hak atas kekayaan intektual.


Memang tidak mudah dalam bisnis ini tapi bisa dibayangkan jika anda dapat menjadi salah satu pemilik tokoh kartun dan dapat berkembang menjadi tokoh yang digemari dalam setiap gambarnya. Dengan maraknya industri kreatif dan berkembangnya kebutuhan dalam negeri bukan hal yang mustahil kelak bisnis ini akan menjadi bisnis yang sangat menjanjikan kapitalisasi.

Keranjang Belanja
Keranjang Belanja Anda kosong
0Daftar dalam keranjang:
Rp0,000Total:
Mailing List
Daftar mailing list di bawah:
Nama Anda:
Informasi
Produk : 1688
Kategori : 15
Harga : Rupiah

Layanan Chat
Produk Terkini
diskon produk
Google Translate
Facebook Profile
Aneka Tutorial
Follow On Twitter
Aneka Tutorial
Online

Total Pelanggan: 482

Disini 19 users sedang online (19 Tamu dan 0 pelanggan) (berdasarkan aktivitas sejak 15 menit yang lalu)


Sekilas Info | Kirim Testimoni | Form Konfirmasi | Kontak | Syarat & Ketentuan | Tanya-Jawab;
Aneka Tutorial 2009